MuLaKaN hIdUPmU dENGAN.....

Wednesday, October 20, 2010

PUISI 2010 KEMBARA TIAN XIA =)

PUISI 2010: KEMBARA TIAN XIA


Photobucket

Tarikh: 23-26 Disember 2010

Tempat: Glendalough International Youth Hostel, Wicklow, Republic of Ireland.

Overseas Students Winter Gathering in Ireland or Perhimpunan Ukhuwwah Insaniyyah Seluruh Ireland (PUISI) is the most outstanding annual activity for PPIMI and the largest Malaysian scholar gathering in the whole Europe and United Kingdom. This program involves almost 200 participants and the number evolves from year to year. This program targeted students around Europe especially in Ireland and United Kingdom which serves as a means for them to benefit their winter break effectively.

As the main society that concerns for the welfare of the scholars in Ireland, PPIMI took this initiative to design PUISI with the most holistic and positive self development approach as possible in order to undertake the government mission to develop human potential. The success of accomplishing a degree is not profound unless the graduates have a true understanding of life goals. Hence, this program aims to equip the participants with creative and critical thinking skills, as well as attitudes that will shift their paradigm.

This year, PUISI 2010 proudly presents the concept of Tianxia that we sought to inspire talks from speakers and stems discussions among participants. Tianxia which holds similar meaning to ‘all under heaven’ is entirely not a new concept. This concept was introduced by the Emperor of China to unify dynasties in China under a single empire. Interactively, this concept is a platform to give awareness to motivate the students, particularly the students in the UK and Ireland on the importance of moving in groups towards a common goal and celebrates the diversity of manners in the student group that exists in the Earth Europe. Thus, PUISI 10 can be a turning point at which the person will begin to explore themselves and their own abilities [as in the individual person or group] to form a union under Islamic violet. In this fast-paced world with wave of life challenges that awaits the young generation, PUISI 10 aims to evince the needs for Muslim scholars to be the best and successful in whatever they do. Hence, we strongly believe that one would only gain success with endless efforts by moving together. Truly inspired by this, PUISI 10 team is dedicated to muster the spirit of Tianxia and came forth with the theme ‘Journey of Tianxia’.

In realizing the concept of Tianxia in student life, PUISI 10 will uncover The 8th Habit – From Effectiveness to Greatness. This book is a continuation of the 7 Habits of Highly Effective People, written by Stephen R. Covey. Theme brought by Stephen Covey in his book, is the ability of individuals to study and enhance their self-potential (finding your voices) and helping others to discover their capabilities and their potential (helping others to find theirs).

On top of that, PUISI 10 also hopes to empower current issues by igniting the awareness among scholars through discussions and forums with the hope that the participants will develop a good sense of cognizance in the world progress. This also aims to yield thinking and serves as a medium for a paradigm shift. More interestingly, the current issues discussion will be conducted interactively in groups to encourage participants to engage in ideas exchanging among scholars from different backgrounds and mentality.

In addition, we also believe and confident that the exposure to the concept of ‘Tianxia’ is able to produce individuals who are committed in improving the self-interest or community groups and also individuals who always want to benefit the community. We also believe that ‘Tianxia’ will actually uncover great potential in producing students who not only professional in his profession, even in personal aspect of life.

http://www.ppimi.org/puisi/

puisi 2009 : generasi muslim kaizen

http://kubertatihdibumimuyaallah.blogspot.com/2009/12/generasi-muslim-kaizen.html

Thursday, October 7, 2010

ISTIQAMAH DI JALAN DAKWAH INI



Kesucian dan ketakwaan yang ada dalam jiwa harus sentiasa dipertahankan oleh setiap muslim. Hal ini disebabkan kesucian dan ketakwaan ini boleh luntur bahkan ianya boleh hilang sama sekali. Namun, ada beberapa amalan yang membuat seorang muslim dapat mempertahankan nilai ketakwaan dalam jiwanya, bahkan mampu meningkatkan kualitinya. amalan tersebut adalah sebagai berikut;

1. kesadaran dan pemahaman yang benar (Al-Wa’yu wa al-fahmu ash-Shahih)

Untuk mencapai darjat istiqamah yang tetap, pemahaman ajaran Islam secara sempurna mutlak diperlukan. Muslim yang memahami ajaran agamanya dengan baik tidak akan bimbang menjalani kehidupan dunia. Ia akan tetap tegar (istiqamah) menghadapi badai godaan sedahsyat apa pun.

2. Memahami dan mengamalkan dua kalimat syahadat dengan baik dan benar

“Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki.” (QS. Ibrahim: 27).

Qotadah As Sadusi mengatakan, “Yang dimaksud Allah meneguhkan orang beriman di dunia adalah dengan meneguhkan mereka dalam kebaikan dan amalan sholih. Sedangkan di akhirat, mereka akan diteguhkan di kubur (ketika menjawab pertanyaan malaikat Munkar dan Nakir, pen).” Perkataan semacam Qotadah diriwayatkan dari ulama salaf lainnya.

Mengapa Allah akan teguhkan orang beriman di dunia dengan terus beramal sholih dan di akhirat (alam kubur) dengan dimudahkan menjawab pertanyaan malaikat “Siapa Rabbmu, siapa Nabimu dan apa agamamu”? Jawabannya adalah karena pemahaman dan pengamalannya yang baik dan benar terhadap dua kalimat syahadat. Dia tentu memahami makna dua kalimat syahadat dengan benar. Memenuhi rukun dan syaratnya. Serta dia pula tidak melanggar larangan Allah berupa menyekutukan-Nya dengan selain-Nya, iaitu berbuat syirik.

3. Mendekatkan diri kepada Allah dan merasakan pengawasan-Nya (at-Taqarrub wa al-Muraqabah)

Dua hal ini sangat penting. Ketika seorang Muslim telah merasa dekat dengan Allah, kemana pun ia pergi, dimana pun ia berada dan bagaimana pun situasi dan kondisinya, dengan keyakinan penuh ia akan selalu merasa diawasi dan dilihat oleh Allah. Dengan begitu, ia tidak lagi berani menyimpang dari jalan-Nya. Allah ta’ala berfirman:

“Dan ketahuilah bahwasanya Allah mengetahui apa yang ada dalam hatimu; Maka takutlah kepada-Nya, dan ketahuilah bahwa Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun. (QS. al-Baqarah: 235).

4. Mujahadah meraih istiqamah


Mujahadah adalah adalah perkara yang terpenting dalam beribadah.

“Maka istiqamahlah, sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah taubat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan”. (QS. Hud : 112).

Menurut Ibnu Abbas r.a: tidak ada suatu ayat pun dalam al Quran yang diturunkan kepada Rasulullah SAW yang lebih berat baginya dari ayat ini. Dan diriwayatkan dari Al Hasan: ketika ayat ini turun, Rasululah SAW menjadi sangat serius dan tidak pernah terlihat beliau tertawa.

5. Bergaul bersama orang-orang yang istiqamah

Hal ini sangat membantu seseorang untuk senantiasa istiqomah di jalan Allah Ta’ala. Teman-teman yang soleh akan senantiasa mengingatkan kita untuk berbuat baik serta mengingatkan kita dari kekeliruan. Bahkan dalam al-Qur’an disebutkan bahwa hal yang sangat membantu meneguhkan keimanan para sahabat adalah keberadaan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, Allah berfirman yang artinya,

“Bagaimana mungkin (tidak mungkin) kalian menjadi kafir, sedangkan ayat-ayat Allah dibacakan kepada kalian, dan Rosul-Nya pun berada di tengah-tengah kalian? Dan barang siapa yang berpegang teguh kepada (agama) Allah maka sesungguhnya dia telah diberi petunjuk kepada jalan yang lurus.” (QS. Ali ‘Imran:101)

“Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.” (Q.S Al-Kahfi :28)

Salah satu pesan dari Salman al-farisi r.a : “Perumpamaan dua orang mukmin yang bersahabat adalah seperti dua tangan yang saling membasuh satu sama lain. Tidak sekalipun mereka berdua bertemu, kecuali Allah Ta’ala akan menetapkan bahwa salah satu diantaranya akan memberikan kebaikan bagi kawannya.”.

6. Menghayati sirah orang-orang yang istiqamah

Membaca kisah Rasulullah SAW, para sahabat dan para ulama terdahulu untuk mengambil teladan dari mereka yang mulia. Dengan membaca kisah-kisah mereka, bagaimana perjuangan mereka dalam menegakkan diinul Islam, maka kita dapat mengambil pelajaran dari kisah tersebut sebagaimana firman Allah ta’ala yang artinya, “Dan semua kisah dari rasul-rasul Kami ceritakan kepadamu, ialah kisah-kisah yang dengannya Kami teguhkan hatimu; dan dalam surat ini telah datang kepadamu kebenaran serta pengajaran dan peringatan bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Huud: 120)

7. Berdoa kepada Allah Ta’ala agar Dia senantiasa memberikan kepada kita istiqomah hingga akhir hayat

Jalan yang paling penting dalam mewujudkan sikap istiqamah adalah memohon pertolongan Allah Ta’ala dalam segala urusan dan kondisi, karena hanya kepada Allah Ta’ala semua urusan kelak akan dikembalikan. Doa adalah senjata umat Islam.

Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha mengatakan bahwa doa yang paling sering dibaca oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah doa berikut, “Yaa muqollibal qulub tsabbit qolbi ‘ala diinik ” artinya “Wahai Zat yang membolak-balikkan hati teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu.” (HR. Tirmidzi, Ahmad, Hakim, dishahihkan oleh Adz Dzahabi, lihat pula Shahihul Jami’).

http://mhafezsabri.wordpress.com/